E journal KULIAH UII SHOHIH
Blog Baru Alhamdulillah telah jadi
setelah lama off ndak nulis artikel ternyata manfaat bagi-bagi ILMU OK Banget lo
ilmu kita jadi berkembang
Kita Mulai aja Deh
Dr. HUJAIR AH. SANAKY
kuliah enak ama beliau ni h hasil makalahnya kalau mau pake monggo
PROGRAM PASCASARJANA (PPS)
FAKULTAS ILMU AGAMA ISLAM UNIVERSITAS
ISLAM INDONESIA
FORMULIR PENGAJUAN JUDUL TESIS
|
Nama
|
:
|
PRIMA ARIANTO
PEMBANGUN
|
|||
|
Nomor
Mhs
|
:
|
14913171
|
|||
|
Tahun
Akademik
|
:
|
2014-2015
|
|||
|
Usulan
Calon Dosen Pembimbing
|
:
|
Dr. HUJAIR AH.
SANAKY
|
|||
|
Judul
|
:
|
Sinergisitas
dualisme pendidikan Islam antara pendidikan modern dan pendidikan tradisional
pada masa post modern
|
|||
|
|
|
|
|||
|
|
|
|
|||
|
No
HP
|
:
|
085876280082
|
E-mail
:
|
||
|
|
|
|
|
|
|
1. Latar Belakang (singkat):
Mental,
Moral, Percaya diri, Keimanan, Akhlak dan lain hal yang berkaitan dengan tujuan
pendidikan akan mewarnai metode apa yang hendak dikerjakan dalam fokus mencapai
suatu tujuan. Seseorang akan pandai teori tentang sholat jum’at belum tentu sesorang
tersebut bisa sholat jum’at. Begitu juga seseorang yang tahu tentang teori
menyetir mobil belum tentu dia handal dalam menyetir mobil. Disinilah menjadi
pentingnya tujuan yang hendak dicapai oleh suatu pemikiran atau perumus metode
pembelajaran untuk melangkah kedepan menuju tujuan tersebut. Mudahnya apabila
tujuan utama supaya seseorang pandai teori menyetir mobil dan juga dia handal
dalam menyetir mobil maka diperlukan dua pembelajaran, yaitu: pembelajaran in
room (didalam ruangan) secara teori dengan perangkat menulis, mendengar,
memperhatikan, membaca dan berusaha memahami apa maksud dari pembelajaran yang
ia dapat. Pembelajaran out room (pembelajaran diluar ruangan) praktek
dengan didampingi instruktur dengan memperhatikan langkah-langkah apa yang
hendak ia kerjakan sambil mempraktekan, latihan mengerem, menginjak pedal gas,
menggeser gigi porstnelling semua hal yang ia dapatkan harus diiringi
praktek. Begitu pula pemikiran yang baru didalam konsep pendidikan Islam
melihat pendidikan dari segi historis, budaya, dan sosiologi kemasyarakatan. Perlu pemahaman sistem pendidikan yang telah berlaku dimasyarakat
Indonesia dari zaman dahulu ketika Kolonial belanda, jepang dan reaksi
masyarakat dan ulama serta lembaga pendidikan yang telah didirikan oleh para
tokoh pendidikan Indonesia serta para ulama yang merumuskan pendidikan sistem
pesantren yang tetap eksis dan handal sampai sekarang tetap berlangsung sebagai
contoh nyata sumbangsih yang sangat hebat dalam dunia pendidikan di Indonesia
ini. Yang manakah yang handal apakah sistem baru yang dikenal dengan pendidikan
modern atau sistem yang telah bertahan sampai sekarang sistem pesantren yang
biasa dikenaal dengan istilah sistem tradisional atau kita hendak mengolaburasi
dari kedua sistem yang telah ada tersebut.
Dalam merancang
suatu lembaga pendidikan pada saat ini mengalami tantangan yang sangat besar.
Satu sisi dituntut untuk tidak ketinggalan teknologi sisi yang lain dituntut
untuk memperbaiki keadaan moral. Tidak ada cara lain melainkan mengolaburasikan
dualisme pendidikan yang selama ini selalu bermusuhan. Satu sisi pendidikan
modern lebih mementingkan ilmu yang berbau formal saja dengan target
pencerdasan otak, tetapi melupakan pencerdasan moral sehingga lahirlah pada
dekade saat ini seorang ahli ilmu yang kurang mempunyai etika moral yang baik.
Sedangkan sisi lain seorang yang dengan moral yang tinggi tersingkirkan dan
dipandang sebelah mata dikarenakan tidak mampu memberikan solusi dan tidak
menguasai masalah kekinian dianggap tidak mumpuni untuk memimpin didepan.
Alangkah baiknya seandainya dualisme ini digabungkan, Sekolahan yang berbasik
pesantren sebagai contoh konkret dan telah menjadi fenomena yang nyata telah
lahir hari ini. Yang terjadi sekarang adalah, banyak pondok pesantren yang
mulai melirik untuk mendirikan sekolahan dan juga sebaliknya banyak sekolah
yang mendirikan asrama atau pondok pesantren didalam lembaganya.
Dalam
buku A. Malik Fajar dengan judul Reorientasi Pendidikan Islam, beliau menyatakan
bahwa Perguruan tinggi dan pesantren adalah dua tradisi pendidikan yang
mempunyai banyak perbedaan. Perguruan tinggi merupakan gejala kota, sedang pesantren adalah gejala desa. Perguruan tinggi identik
dengan kemodernan, sementara pesantren identik dengan ketradisionalan. Perguruan tinggi lebih menekankan pendekatan
yang bersifat liberal, sedangkan pesantren lebih menekankan sikap konservatif
yang bersandar, karena berpusat pada figur sang kiai.
Prof.
Dr. Muhaimin, M.A. dalam bukunya Rekonstruksi Pendidikan Islam, Paradigma
Pengembangan, Manajemen kelembagaan, Kurikulum hingga strategi pembelajaran
mengatakan Reaktualisasi pendidikan agama islam disekolah menuntut adanya
perubahan aspek metodologi pembelajaran dari yang bersifat dogmatis-doktriner
dan tradisional menuju kepada pembelajaran yang lebih dinamis-aktual dan
kontekstual. Untuk mengimplementasikan pendekatan kontekstual tersebut
diperlukan beberapa modal dasar, antara lain: pendekatan filsafat dalam
memahami teks-teks agama, agar tidak kehilangan ide –ide segar yang aktual dan
kontekstual; perlunya memahami dan bersedia menerima beberapa pola pikir
keagamaan, dan perlunya pendekatan tasawuf.
Prof.
Azyumardi Azra, M.A., M.Phil., Ph.D. dalam bukunya Pendidikan Islam, Tradisi
dan modernisasi di tengah tantangan milenium III, mengatakan Proses
santrinisasi tampaknya mengalami akselerasi melalui lembaga pendidikan,
khususnya lembaga pendidikan Islam yang mempunyai sejarah panjang di Indonesia.
Harun
Nasution, Islam Rasional, : Gagasan dan Pemikiran Prof. Dr. Harun Nasution,
Penerbit Mizan, bandung, 1998.
Hanafi,
Hasan 2007, Islam dan Humasisme, Aktualisasi Humanism Islam ditengah Krisis
Humanism Universal, Cet. 1., Semarang; IAIN Walisongo.
2. Fokus Masalah
Fokus Penelitian
Melihat sinergisitas pendidikan modern dan
tradisional
|
Pertanyaan
1.
Bagaimana solusi untuk mensinergikan dualisme yang telah kuat
dimasing-masing lininya dan bagaimana solusi dan penerapannya?
|
3. Literature
Review:
Berupa
tesis yang sudah ada minimal 10
Dalam tesis Adab Iskandar yang berjudul “ Rekonstruksi Sistem
Pendidikan Pesantren Salafiyah ditengah Perubahan Peradaban Modern” menyatakan pesantren harus mampu mewujudkan
system pendidikan yang sinergik, yakni system yang memadukan akar tradisi dan
modernitas. Jika strategi ini mampu dilaksanakan, maka hubungan pesantren
dengan dunia luar akan berjalan dengan baik.
Dalam tesis Drs. H Abdullah Thohir yang berjudul “ Pembaharuan Pondok
Pesantren Al Hikmah Desa Mereng Kecamatan Warung Pring Kabupaten Pemalang” menyatakan …….
Dalam tesis Mofida S.Ag yang berjudul “ Peningkatan Kualitas Pendidikan
Islam Di Pondok Pesantren Nailul Ulum Kampak Trenggalek” menyatakan …….
Dalam tesis Mu’tamar yang berjudul “ Reformasi Sistem Pendidikan Pondok Pesantren Salafiyah Kauman
Pemalang” menyatakan bahwa system awal
berupa Ghazali Oriented System artinya sustu system yang membedakan atau
mendikotomikan antara ilmu agama dengan ilmu umum, rekonstruksi yang dilakukan
melahirkan system baru yang dikenal dengan sebutan Dekonstruksi Ghazali
Oriented System, yaitu suatu system yang merubah pemikiran Imam Ghazali untuk
menyatukan ilmu agama dengan ilmu umum. Hal ini dimaksudkan agar proporsi
ilmu agama dengan ilmu umum terjadi secara balance.
Dalam tesis Muchamad Muzammil yang berjudul “ Metode Pembelajaran
Pondok Pesantren (Studi Kasus di Pondok Pesantren Al-Falah Grobogwetan Pangkah
Kabupaten Tegal Jawa Tengah)” menyatakan
metode pembelajaran di Pondok Pesantren Al Falah agar berkwalitas berupaya
melalui strategi pembelajaran secara umum dan khusus. Strategi umum yaitu
penciptaan situasi pembelajaran islami, tata tertib yang islami, para pengajar
yang professional dan religius, dan program-program lain yang mendukung,
strategi khusus yaitu proses pembelajaran agar dapat mencapai tujuan secara
efektif dan efisien, dalam rencana penyusunan program pembelajaran dan
evaluasi.
4. Desain
Penelitian (singkat):
Menggunakan
pendekatan histories sosiologis. Penelitian yang digunakan menggunakan
kualitatif, pengumpulan data dengan studi pustaka.
Yogyakarta, 28
Juni 2015
Menyetujui, Yang
Mengajukan,
Pengelola PPs FIAI UII
(........................................................) (PRIMA
ARIANTO PEMBANGUN)
Catatan:
1..........................................................................................................................................................
2..........................................................................................................................................................
3..........................................................................................................................................................
Tidak ada komentar:
Posting Komentar