Minggu, 17 April 2016

E journal KULIAH UII SHOHIH
Blog Baru Alhamdulillah telah jadi
setelah lama off ndak nulis artikel ternyata manfaat bagi-bagi ILMU OK Banget lo
ilmu kita jadi berkembang

Kita Mulai aja Deh
Dr. HUJAIR AH. SANAKY

kuliah enak ama beliau ni h hasil makalahnya kalau mau pake monggo






PROGRAM PASCASARJANA (PPS)
FAKULTAS ILMU AGAMA ISLAM UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA


FORMULIR PENGAJUAN JUDUL TESIS


Nama 
:
PRIMA ARIANTO PEMBANGUN
Nomor Mhs
:
14913171
Tahun Akademik
:
2014-2015
Usulan Calon Dosen Pembimbing
:
Dr. HUJAIR AH. SANAKY
Judul
:
Sinergisitas dualisme pendidikan Islam antara pendidikan modern dan pendidikan tradisional pada masa post modern






No HP
:
085876280082
E-mail :







1.      Latar Belakang (singkat):
Mental, Moral, Percaya diri, Keimanan, Akhlak dan lain hal yang berkaitan dengan tujuan pendidikan akan mewarnai metode apa yang hendak dikerjakan dalam fokus mencapai suatu tujuan. Seseorang akan pandai teori tentang sholat jum’at belum tentu sesorang tersebut bisa sholat jum’at. Begitu juga seseorang yang tahu tentang teori menyetir mobil belum tentu dia handal dalam menyetir mobil. Disinilah menjadi pentingnya tujuan yang hendak dicapai oleh suatu pemikiran atau perumus metode pembelajaran untuk melangkah kedepan menuju tujuan tersebut. Mudahnya apabila tujuan utama supaya seseorang pandai teori menyetir mobil dan juga dia handal dalam menyetir mobil maka diperlukan dua pembelajaran, yaitu: pembelajaran in room (didalam ruangan) secara teori dengan perangkat menulis, mendengar, memperhatikan, membaca dan berusaha memahami apa maksud dari pembelajaran yang ia dapat. Pembelajaran out room (pembelajaran diluar ruangan) praktek dengan didampingi instruktur dengan memperhatikan langkah-langkah apa yang hendak ia kerjakan sambil mempraktekan, latihan mengerem, menginjak pedal gas, menggeser gigi porstnelling semua hal yang ia dapatkan harus diiringi praktek. Begitu pula pemikiran yang baru didalam konsep pendidikan Islam melihat pendidikan dari segi historis, budaya, dan sosiologi kemasyarakatan. Perlu pemahaman sistem pendidikan yang telah berlaku dimasyarakat Indonesia dari zaman dahulu ketika Kolonial belanda, jepang dan reaksi masyarakat dan ulama serta lembaga pendidikan yang telah didirikan oleh para tokoh pendidikan Indonesia serta para ulama yang merumuskan pendidikan sistem pesantren yang tetap eksis dan handal sampai sekarang tetap berlangsung sebagai contoh nyata sumbangsih yang sangat hebat dalam dunia pendidikan di Indonesia ini. Yang manakah yang handal apakah sistem baru yang dikenal dengan pendidikan modern atau sistem yang telah bertahan sampai sekarang sistem pesantren yang biasa dikenaal dengan istilah sistem tradisional atau kita hendak mengolaburasi dari kedua sistem yang telah ada tersebut.
Dalam merancang suatu lembaga pendidikan pada saat ini mengalami tantangan yang sangat besar. Satu sisi dituntut untuk tidak ketinggalan teknologi sisi yang lain dituntut untuk memperbaiki keadaan moral. Tidak ada cara lain melainkan mengolaburasikan dualisme pendidikan yang selama ini selalu bermusuhan. Satu sisi pendidikan modern lebih mementingkan ilmu yang berbau formal saja dengan target pencerdasan otak, tetapi melupakan pencerdasan moral sehingga lahirlah pada dekade saat ini seorang ahli ilmu yang kurang mempunyai etika moral yang baik. Sedangkan sisi lain seorang yang dengan moral yang tinggi tersingkirkan dan dipandang sebelah mata dikarenakan tidak mampu memberikan solusi dan tidak menguasai masalah kekinian dianggap tidak mumpuni untuk memimpin didepan. Alangkah baiknya seandainya dualisme ini digabungkan, Sekolahan yang berbasik pesantren sebagai contoh konkret dan telah menjadi fenomena yang nyata telah lahir hari ini. Yang terjadi sekarang adalah, banyak pondok pesantren yang mulai melirik untuk mendirikan sekolahan dan juga sebaliknya banyak sekolah yang mendirikan asrama atau pondok pesantren didalam lembaganya.

Dalam buku A. Malik Fajar dengan judul Reorientasi Pendidikan Islam, beliau menyatakan bahwa Perguruan tinggi dan pesantren adalah dua tradisi pendidikan yang mempunyai banyak perbedaan. Perguruan tinggi merupakan gejala kota, sedang pesantren adalah gejala desa. Perguruan tinggi identik dengan kemodernan, sementara pesantren identik dengan ketradisionalan.  Perguruan tinggi lebih menekankan pendekatan yang bersifat liberal, sedangkan pesantren lebih menekankan sikap konservatif yang bersandar, karena berpusat pada figur sang kiai.
Prof. Dr. Muhaimin, M.A. dalam bukunya Rekonstruksi Pendidikan Islam, Paradigma Pengembangan, Manajemen kelembagaan, Kurikulum hingga strategi pembelajaran mengatakan Reaktualisasi pendidikan agama islam disekolah menuntut adanya perubahan aspek metodologi pembelajaran dari yang bersifat dogmatis-doktriner dan tradisional menuju kepada pembelajaran yang lebih dinamis-aktual dan kontekstual. Untuk mengimplementasikan pendekatan kontekstual tersebut diperlukan beberapa modal dasar, antara lain: pendekatan filsafat dalam memahami teks-teks agama, agar tidak kehilangan ide –ide segar yang aktual dan kontekstual; perlunya memahami dan bersedia menerima beberapa pola pikir keagamaan, dan perlunya pendekatan tasawuf.
Prof. Azyumardi Azra, M.A., M.Phil., Ph.D. dalam bukunya Pendidikan Islam, Tradisi dan modernisasi di tengah tantangan milenium III, mengatakan Proses santrinisasi tampaknya mengalami akselerasi melalui lembaga pendidikan, khususnya lembaga pendidikan Islam yang mempunyai sejarah panjang di Indonesia.
Harun Nasution, Islam Rasional, : Gagasan dan Pemikiran Prof. Dr. Harun Nasution, Penerbit Mizan, bandung, 1998.
Hanafi, Hasan 2007, Islam dan Humasisme, Aktualisasi Humanism Islam ditengah Krisis Humanism Universal, Cet. 1., Semarang; IAIN Walisongo.

2.      Fokus Masalah
Fokus Penelitian
Melihat sinergisitas pendidikan modern dan tradisional
Pertanyaan
1.      Bagaimana solusi untuk mensinergikan dualisme yang telah kuat dimasing-masing lininya dan bagaimana solusi dan penerapannya?














3.      Literature Review:

Berupa tesis yang sudah ada minimal 10
Dalam tesis Adab Iskandar yang berjudul “ Rekonstruksi Sistem Pendidikan Pesantren Salafiyah ditengah Perubahan Peradaban Modern”  menyatakan pesantren harus mampu mewujudkan system pendidikan yang sinergik, yakni system yang memadukan akar tradisi dan modernitas. Jika strategi ini mampu dilaksanakan, maka hubungan pesantren dengan dunia luar akan berjalan dengan baik.

Dalam tesis Drs. H Abdullah Thohir yang berjudul “ Pembaharuan Pondok Pesantren Al Hikmah Desa Mereng Kecamatan Warung Pring Kabupaten Pemalang”  menyatakan …….
Dalam tesis Mofida S.Ag yang berjudul “ Peningkatan Kualitas Pendidikan Islam Di Pondok Pesantren Nailul Ulum Kampak Trenggalek”  menyatakan …….
Dalam tesis Mu’tamar yang berjudul “ Reformasi  Sistem Pendidikan Pondok Pesantren Salafiyah Kauman Pemalang”  menyatakan bahwa system awal berupa Ghazali Oriented System artinya sustu system yang membedakan atau mendikotomikan antara ilmu agama dengan ilmu umum, rekonstruksi yang dilakukan melahirkan system baru yang dikenal dengan sebutan Dekonstruksi Ghazali Oriented System, yaitu suatu system yang merubah pemikiran Imam Ghazali untuk menyatukan ilmu agama dengan ilmu umum. Hal ini dimaksudkan agar proporsi ilmu agama dengan ilmu umum terjadi secara balance.
Dalam tesis Muchamad Muzammil yang berjudul “ Metode Pembelajaran Pondok Pesantren (Studi Kasus di Pondok Pesantren Al-Falah Grobogwetan Pangkah Kabupaten Tegal Jawa Tengah)”  menyatakan metode pembelajaran di Pondok Pesantren Al Falah agar berkwalitas berupaya melalui strategi pembelajaran secara umum dan khusus. Strategi umum yaitu penciptaan situasi pembelajaran islami, tata tertib yang islami, para pengajar yang professional dan religius, dan program-program lain yang mendukung, strategi khusus yaitu proses pembelajaran agar dapat mencapai tujuan secara efektif dan efisien, dalam rencana penyusunan program pembelajaran dan evaluasi.


4.      Desain Penelitian (singkat):
Menggunakan pendekatan histories sosiologis. Penelitian yang digunakan menggunakan kualitatif, pengumpulan data dengan studi pustaka.






Yogyakarta, 28 Juni 2015
Menyetujui,                                                                             Yang Mengajukan,
Pengelola PPs FIAI UII



(........................................................)                          (PRIMA ARIANTO PEMBANGUN)

Catatan:
1..........................................................................................................................................................
2..........................................................................................................................................................
3..........................................................................................................................................................



Tidak ada komentar:

Posting Komentar